Sabtu, 09 Maret 2013

ASI Ekslusif



·      
Tanggal 18 september 2011. Tadi pagi sekitar pukul delapan ku lihat acara dari dinas kesehatan yang membahas tentang “pembangunan citra ASI ekslusif”. Acaranya  berguna banget untuk aku khususnya dan untuk kaum “Mahmud” alias mamah muda umumnya. Dalam acara itu dokter menjelaskan betapa pentingnya pemberian ASI saja kepada bayi dari usia 0-6 bulan. Pasalnya dalam ASI tersebut mengandung berbagai zat penting untuk bayi yang tidak terdapat dalam susu formula. Contohnya colostrum, zat ini berfungsi untuk pembangun kekebalan tubuh si anak.
Malah di Negara maju pemberian ASI ekslusif sangat dianjurkan baik oleh pemerintah maupun oleh pakar kesehatan anak. Ada sediKit rasa bangga yang terselip dalam hatiku karena aku juga memberi ASI ekslusif pada anakku Fathir.
Namun semua itu bukan tanpa perjuangan lho..di awal pemberian ASI aku merasakan sakit luar biasa, malah sampai putingku mengeluarkan darah. Dulu setiap hendak menyusui rasanya takut luar biasa. Alhasil saat mulut Fathir mau menyedot aku sudah teriak duluan. Namun sekarang tidak lagi kurasakan sakitnya menyusui. Melihat tumbuh sehat, membuat pengorbananku tak sia-sia.
Tak hanya itu mertuaku juga ingin anakku diberi makan, dia takut anakku kekurangan gizi kalau hanya diberi ASI. Aku sudah jelaskan beberapa kali tapi nampaknya dia punya pandangan sendiri. Aku hargai pendapatnya, kuanggap itu bentuk kasih sayang untuk Fathir. Namun karena ketidak tahuannya dia berbuat seperti itu. Untung saja suamiku mempercayakan segalanya padaku selama itu adalah yang terbaik untuk anak kami.
Padahal makanan terbaik untuk bayi 0-6 bulan adalah ASI. Pencernaan bayi yang masih sangat rentan akan shock bila diberi makan selain ASI. Pertama karena teksturnya yang berbentuk sari makanan yang mudah untuk ditelan, kedua karena kandungan gizinya yang lengkap dan tak tergantikan, ketiga karena ASI bisa langsung diserap oleh tubuh bayi tanpa efek samping dan tidak menyebabkan obesitas bila dikonsumsi oleh bayi, keempat ASI adalah makanan yang murah meriah, dan selanjutnya dapat menjalin rasa kasih saying antara ibu dengan si anak.
Semua itu ku jadikan pengalaman saja. Aku pun tak henti mencari berbagai referensi agar bisa terus memberikan yang terbaik untuk anakku. Dari mulai bertanya kepada bidan, tetangga, cari artikel di internet,juga baca majalah. Ya ambil hal yang positifnya saja lah. Yang penting aku akan terus semangat untuk memberikan ASI ekslusif untuk buah hatiku tersayang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar