·
Tanggal 18 september 2011. Tadi
pagi sekitar pukul delapan ku lihat acara dari dinas kesehatan yang membahas
tentang “pembangunan citra ASI ekslusif”. Acaranya berguna banget untuk aku khususnya dan untuk
kaum “Mahmud” alias mamah muda umumnya. Dalam acara itu dokter menjelaskan
betapa pentingnya pemberian ASI saja kepada bayi dari usia 0-6 bulan. Pasalnya
dalam ASI tersebut mengandung berbagai zat penting untuk bayi yang tidak
terdapat dalam susu formula. Contohnya colostrum, zat ini berfungsi untuk
pembangun kekebalan tubuh si anak.
Malah di Negara maju pemberian
ASI ekslusif sangat dianjurkan baik oleh pemerintah maupun oleh pakar kesehatan
anak. Ada sediKit rasa bangga yang terselip dalam hatiku karena aku juga
memberi ASI ekslusif pada anakku Fathir.
Namun semua itu bukan tanpa
perjuangan lho..di awal pemberian ASI aku merasakan sakit luar biasa, malah
sampai putingku mengeluarkan darah. Dulu setiap hendak menyusui rasanya takut
luar biasa. Alhasil saat mulut Fathir mau menyedot aku sudah teriak duluan.
Namun sekarang tidak lagi kurasakan sakitnya menyusui. Melihat tumbuh sehat,
membuat pengorbananku tak sia-sia.
Tak hanya itu mertuaku juga ingin
anakku diberi makan, dia takut anakku kekurangan gizi kalau hanya diberi ASI.
Aku sudah jelaskan beberapa kali tapi nampaknya dia punya pandangan sendiri. Aku
hargai pendapatnya, kuanggap itu bentuk kasih sayang untuk Fathir. Namun karena
ketidak tahuannya dia berbuat seperti itu. Untung saja suamiku mempercayakan
segalanya padaku selama itu adalah yang terbaik untuk anak kami.
Padahal makanan terbaik untuk bayi
0-6 bulan adalah ASI. Pencernaan bayi yang masih sangat rentan akan shock bila
diberi makan selain ASI. Pertama karena teksturnya yang berbentuk sari makanan
yang mudah untuk ditelan, kedua karena kandungan gizinya yang lengkap dan tak
tergantikan, ketiga karena ASI bisa langsung diserap oleh tubuh bayi tanpa efek
samping dan tidak menyebabkan obesitas bila dikonsumsi oleh bayi, keempat ASI
adalah makanan yang murah meriah, dan selanjutnya dapat menjalin rasa kasih
saying antara ibu dengan si anak.
Semua itu ku jadikan pengalaman
saja. Aku pun tak henti mencari berbagai referensi agar bisa terus memberikan
yang terbaik untuk anakku. Dari mulai bertanya kepada bidan, tetangga, cari
artikel di internet,juga baca majalah. Ya ambil hal yang positifnya saja lah.
Yang penting aku akan terus semangat untuk memberikan ASI ekslusif untuk buah
hatiku tersayang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar