Senin, 11 Maret 2013

Aku Hidup Untukmu Aku Mati Tanpamu



Dari dulu aku selalu tak ingin kekurangan ilmu. Rasa hausku akan pengetahuan sepertinya tak akan pernah terpenuhi sampai aku tak lagi menghuni bumi ini. Karena dalam islam orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Dan aku sangat ingin menggapai derajat itu. Namun manusia hanya bisa berniat, berusaha, dan berdo’a.  begitu juga ketika aku sangt ingin menimba ilmu setinggi-tingginya materi menghadangku. Namun tak lantas membuatku berhenti mencari ilmu. Memang hidup dipenuhi dengan segala cobaan. Begitu pun dengan hidupku. Apa pun yang ku inginkan selalu harus aku dapatkan dengan sangat tidak gampang. Harus selalu ada pengorbanan, air mata, dan penantian.  Namun semuanya membuatku tumbuh menjadi pribadi yang selalu lebih menghargai sesuatu.
Sekecil apa pun benda yang aku miliki akan aku jaga sampai akhirnya benda itu benar-benar tak dapat lagi berfungsi. Lain halnya dengan beberapa orang yang ku kenal, yang tak mungkin aku sebutkan siapa, yang jelas ini benar nyata adanya. Beberapa orang yang ku kenal sungguh membuatku iri. Fasilitas yang  disediakan oleh orang tuanya malah tak membuatnya lebih semangat untuk maju khususnya dalam hal mencari ilmu. Rasa gampang mendapatkan sesuatu membuat dia lupa bahwa dikehidupan sesungguhnya saat tak ada lagi orang tua, bekal ilmu lah yang akan membuat kita bisa survive dimana pun kita berada.
Saat ini aku masih sangat kehausan dalam mencari ilmu. Bagiku umur tak akn pernah merubahku untuk menyerah mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Namun jika memang sampai ajal menjemputku sebelum itu terwujud biarlah ku titipkan sejuta semangat dan harapanku kepada anak cucuku kelak.

Sabtu, 09 Maret 2013

Saat-saat fathir mulai berbicara

saat indah bersamamu memang tak bisa digantikan dengan apa pun, terima kasih fathir telah melengkapi hidup bunda

ASI Ekslusif



·      
Tanggal 18 september 2011. Tadi pagi sekitar pukul delapan ku lihat acara dari dinas kesehatan yang membahas tentang “pembangunan citra ASI ekslusif”. Acaranya  berguna banget untuk aku khususnya dan untuk kaum “Mahmud” alias mamah muda umumnya. Dalam acara itu dokter menjelaskan betapa pentingnya pemberian ASI saja kepada bayi dari usia 0-6 bulan. Pasalnya dalam ASI tersebut mengandung berbagai zat penting untuk bayi yang tidak terdapat dalam susu formula. Contohnya colostrum, zat ini berfungsi untuk pembangun kekebalan tubuh si anak.
Malah di Negara maju pemberian ASI ekslusif sangat dianjurkan baik oleh pemerintah maupun oleh pakar kesehatan anak. Ada sediKit rasa bangga yang terselip dalam hatiku karena aku juga memberi ASI ekslusif pada anakku Fathir.
Namun semua itu bukan tanpa perjuangan lho..di awal pemberian ASI aku merasakan sakit luar biasa, malah sampai putingku mengeluarkan darah. Dulu setiap hendak menyusui rasanya takut luar biasa. Alhasil saat mulut Fathir mau menyedot aku sudah teriak duluan. Namun sekarang tidak lagi kurasakan sakitnya menyusui. Melihat tumbuh sehat, membuat pengorbananku tak sia-sia.
Tak hanya itu mertuaku juga ingin anakku diberi makan, dia takut anakku kekurangan gizi kalau hanya diberi ASI. Aku sudah jelaskan beberapa kali tapi nampaknya dia punya pandangan sendiri. Aku hargai pendapatnya, kuanggap itu bentuk kasih sayang untuk Fathir. Namun karena ketidak tahuannya dia berbuat seperti itu. Untung saja suamiku mempercayakan segalanya padaku selama itu adalah yang terbaik untuk anak kami.
Padahal makanan terbaik untuk bayi 0-6 bulan adalah ASI. Pencernaan bayi yang masih sangat rentan akan shock bila diberi makan selain ASI. Pertama karena teksturnya yang berbentuk sari makanan yang mudah untuk ditelan, kedua karena kandungan gizinya yang lengkap dan tak tergantikan, ketiga karena ASI bisa langsung diserap oleh tubuh bayi tanpa efek samping dan tidak menyebabkan obesitas bila dikonsumsi oleh bayi, keempat ASI adalah makanan yang murah meriah, dan selanjutnya dapat menjalin rasa kasih saying antara ibu dengan si anak.
Semua itu ku jadikan pengalaman saja. Aku pun tak henti mencari berbagai referensi agar bisa terus memberikan yang terbaik untuk anakku. Dari mulai bertanya kepada bidan, tetangga, cari artikel di internet,juga baca majalah. Ya ambil hal yang positifnya saja lah. Yang penting aku akan terus semangat untuk memberikan ASI ekslusif untuk buah hatiku tersayang.

My New One


Tanggal 12 september 2011 menjadi hari yang menyenangkan bagiku. Kenapa? Pasalnya pada hari yang agak mendung itu ku dapatkan hadiah spesial dari suamiku. Sebuah laptop baru. Laptop yang punya brand “toshiba” itu memang ku idamkan sejak lama. Akhirnya!!! Dalam hatiku begumam, tak lupa syukurku panjatkan pada Illahi Rabbi karena berkat rezeki dari-Nya lah aku bisa memiliki laptop baru ini

Spesifikasi Laptop TOSHIBA Satellite C600-1013U – Black

Processor                  : Intel® Core™2 Duo Processor P7570 (2.26 GHz, FSB 1066, Cache 3 MB)
Chipset                     : Intel® GM45
Memori Standar       : 2 GB DDR3 PC-8500
Video Type              : Intel® Graphics Media Accelerator 4500MHD 828 MB (shared)
Display Size             : 14″ WXGA LED 1366×768 Resolution
Audio Type              : Integrated
Hard Drive Ty          : 320 GB Serial ATA 5400 RPM
Optical Drive Type   : DVD±RW
Networking               : LAN 10/100M and WI-FI B/G/N
Wireless Bluetooth    : Bluetooth v3.0 + HS
Keyboard Type          : Standard PS/2 Keyboard
Input Device Type     : Touch Pad
Card Reader Provided    : 2-in-1 card reader
Interface Provided     : 2x USB 2.0, VGA, LAN, Audio
Baterai                        : Rechargeable Lithium-ion Battery
Power Supply             : External AC Adapter
Berat                           : 2.1 kg

Semoga dengan memilikinya aku bisa menambah ilmu walaupun tak bisa kuliah tahun ini.
Walaupun berfitur mudah untuk mengakses internet dengan dibantu modem, aku masih punya kendala koneksi nih, sinyal di tempatku kurang maknyooozz jadinya lagi asyik-asyik nampol download ini itu eh tiba-tiba NJEEEEZ… koneksi tersendat. Geram deh rasanya kalau udah kayak gitu. Ya sudah diterimakan saja lah nggak bisa hari ini ya besok bisa barangkali. Seperti memiliki laptop ini, dulu nggak bisa beli eh sekarang buktinya ada yang beliin. Kalau memeng rezeki emang nggak akan kemana! Iya kan?

Panggil aku BUNDA




Ardly Al Fathir Andrianessta (3 bulan)
Tanggal 14 september 2011 tepatnya dua hari yang lalu. Pagi hari yang agak cerah, seperti biasa ku kerjakan kewajibanku sebagai ibu rumah tangga. Yah seputar pekerjaan dapur lah biasa. Karena aku hanya berdua di rumah dengan anakku bila suamiku pergi kerja, jadinya aku terpaksa harus meninggalkan anakku ketika sedang mengurus pekerjaan rumah. Kebetulan dia sedang tidur kala itu. Sedang asyik-asyiknya mencuci baju eh ku dengar suara tangisan anakku. Tapi tak seperti biasanya. Dalam tangisanya ku dengar namaku disebut.” Emak “…”emak”… lantas saja aku kaget bukan main. Tapi aku juga jadi agak bingung antara bahagia atau sedih. Bahagia karena anakku sudah bisa bicara walaupun baru satu kata. Sedihnya kok manggilnya malah emak, kan aku ajarinya panggil aku “BUNDA”. Mentang-mentang blasteran sunda. Ada-ada saja ya tingkah anakku!